Tata cara membaca puisi yang tepat dan benar
Bagaimana cara membaca puisi yang baik dan benar? Teknik membaca puisi yang baikakan menghasilkan makna yang indah. Puisi merupakan salah satu bentuk ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima serta penyusunan larik dan bait. Proses pembuatan puisi bisa dibilang mudah-mudah susah. Karena puisi yang dianggap baik dan bagus adalah puisi yang sarat dengan diksi atau pemilihan kata yang memilikinilai keindahan yang baik. Makna di dalam puisi pun benar-benar dipertanyakan, mengingat seorang penyair dalam membuat puisi, selain dengan kata-kata puitis, juga memahami makna yang dia tulis. Begitu juga dalam pembacaan puisi. Kami disini akan membahas cara membaca puisi yang baik dan benar, berdasarkan lafal, nada, tekanan, dan intonasi yang tepat.

Membaca Puisi dengan Teknik Membaca Ekspresif

Lalu bagaimana cara membaca puisi agar menarik? Membaca puisi merupakan salah satu bentuk memberikan apresiasi pada karya sastra. Tujuan mengapresiaisi karya sastra (puisi) tidak sekedar membuat puisi itu jadi indah dan bisa dinikmati banyak orang melainkan juga memberikan puisi itu jadi bermakna dan berarti. Oleh karena itu dalam proses pembacaan puisi tidak hanya dibutuhkan penjiwaan serta ekspresi yang mengena melainkan juga volume suara yang meliputi lafal, nada, tekanan dan intonasi yang tepat. Lafal atau pelafalan merupakan salah satu bentuk ketepatan mengucapkan kata yang tepat dan benar tanpa ada unsur kedaerahan yang mempengaruhinya. Dengan begitu anda dapat membaca puisi dengan ekspresi yang tepat.
Image result for membaca puisi yang benar

Pelafalan adalah suatu proses atau usaha  untuk mengucapkan bunyi bahasa, baik itu suku kata, kata, frasa, ataupun kalimat sesuai dengan jiwa dan tema puisi.
Teknik dan Cara Membaca Puisi agar Mengesankan - Pembacaan puisi pada dasarnya harus dilakukan dengan baik agar pesan dari puisi dapat tersampaikan kepada pendengar. Membaca puisi tidak bisa dilakukan dengan cara sembarangan melainkan ada teknik dan cara-caranya. Namun sampai saat ini masih banyak siswa yang belum bisa membawakan puisi dengan baik. Nah oleh karena itu pada pertemuan kali ini admin akan memberikan info tentang bagaimana cara membaca puisi yang baik dan benar.

myasikblogger3. Faktor Non Kebahasaan


Faktor non kebahasaan atau ekspresi terbagi menjadi beberapa hal antara lain sikap, gerak gerik dan mimik, volume suara, serta kelancaran dan kecepatan. Simak penjelasannya berikut ini.

a. Sikap
Sikap merupakan kunci kesuksesan membaca puisi dihadapan orang, maka dari itu diperlukan penguasaan sikap yang sempurna oleh pembaca. Selama membaca puisi, sebaiknya pembaca berusaha mendapatkan perhatian yang positif dari pendengar atau penonton. Hal yang harus dilakukan adalah sikap yang wajar dan ketenangan menghadapi orang lain. Untuk dapat menguasai dua hal tersebut, pembaca dituntut untuk berlatih dan menguasai puisi yang akan dibacakan secara matang agar ketika tampil tak akan gugup dan sikap yang ditunjukan dapat sempurna.

b. Gerak-gerik dan Mimik
Gerak gerik dan mimik adalah faktor yang penting dalam membaca puisi didepan orang banyak. Penggunaan gerak-gerik dalam pembacaan puisi dapat membangkitkan gairah pendengar untuk mendengarkan puisi yang anda bawakan. Selain itu penggunaan mimik yang tepat sesuai dengan tema puisi juga haruslah dilakukan dengan baik agar seolah-olah pembaca ikut mengalami dan merasakan apa yang terdapat di dalam puisi yang dibacakan. Oleh karena itu, pembaca dituntut untuk memahami materi puisi dan mendalaminya dengan sungguh-sungguh agar mimik yang didapatkan bisa sempurna.

c. Volume Suara
Volume suara yang digunakan sebaiknya menyesuaikan tempat dan jumlah perkiraan jumlah pendengar. Jika pembacaan puisi dilakukan di tempat yang terbuka maka sebaiknya volume suara lebih lantang dan jika pembacaan puisi di dalam ruangan volume suara harus menyesuaikan luas tempat agar pendengar dapat nyaman mendengarkan puisi yang anda bacakan. Untuk pementasan puisi saat ini sangat banyak menggunakan pengeras suara atau mic. Maka dari itu pembaca puisi juga harus menguasai teknik penggunaan mic agar suara yang dihasilkan tidak sumbang, tidak terlalu pelan ataupun tidak terlalu keras.

d. Kelancaran dan Kecepatan
Kelancaran dan kecepatan sangat mempengaruhi pendengar dalam menikmati puisi yang dibawakan. Kedua hal tersebut harus benar-benar dicermati agar pendengar dapat menikmati puisi yang dibacakan dengan baik serta pesan yang ada di dalam puisi juga dapat tersampaikan. Kelancaran membaca puisi erat kaitannya dengan latihan, karena hanya dengan latihan maka akan didapatkan kelancaran membaca yang baik. Selain itu kecepatan membaca juga harus diperhatikan, apabila kecepatan membaca puisi terlalu cepat maka pendengar akan sulit memahami isi puisi dan jika terlalu lambat juga akan membuat pendengar jenuh.


Agar dapat mengespresikan puisi yang dibacakan seharusnya sobat juga harus memahami isi puisi yang dibacakan. Untuk memahami isi puisi juga dibutuhkan kecermatan karena pada umumnya puisi banyak yang menggunakan bahasa kiasan dan bahasa simbolik. Oleh karena itu, untuk memahamai isi puisi tersebut sebaiknya sobat mengerti terlebih dahulu bahasa-bahasa kiasan dan simbolik yang terdapat di dalam puisi yang akan dibacakan. Nah untuk melatih teknik membaca puisi anda maka simak juga artikel Contoh Puisi Pendek yang Mudah di Pelajari

Artikel teknik dan cara membaca puisi yang baik dan benar ini diperlukan kemampuan khusus serta kepercayaan diri yang baik agar pembacaan dapat dilakukan dengan sempurna. Semoga artikel ini membantu sobat dan sampai jumpa pada pertemuan yang lebih menarik lagi tentunya.








1. Pelafalan

Pelafalan adalah suatu proses atau usaha  untuk mengucapkan bunyi bahasa, baik itu suku kata, kata, frasa, ataupun kalimat sesuai dengan jiwa dan tema puisi.

2. Intonasi

Intonasi adalah penyajian tinggi rendah irama puisi dengan memerhatikan jenis-jenis tekanan, seperti tekanan dinamik, tekanan nada, dan tekanan tempo. Simak penjelasannya di bawah ini.

a. Tekanan dinamik
Tekanan dinamik, yaitu tekanan pada kata yang terpenting menjadi sari kalimat atau bait puisi.

b. Tekanan nada
Tekanan nada, adalah tekanan tinggi rendah, perasaan girang, gembira, marah, sedih, gundah, galau, dan suasana hati lainnya.

c. Tekanan tempo
Tekanan tempo, yaitu lambat atau cepatnya pengucapan suku kata atau kalimat.

3. Faktor Non Kebahasaan

Faktor non kebahasaan atau ekspresi terbagi menjadi beberapa hal antara lain sikap, gerak gerik dan mimik, volume suara, serta kelancaran dan kecepatan. Simak penjelasannya berikut ini.

a. Sikap
Sikap merupakan kunci kesuksesan membaca puisi dihadapan orang, maka dari itu diperlukan penguasaan sikap yang sempurna oleh pembaca. Selama membaca puisi, sebaiknya pembaca berusaha mendapatkan perhatian yang positif dari pendengar atau penonton. Hal yang harus dilakukan adalah sikap yang wajar dan ketenangan menghadapi orang lain. Untuk dapat menguasai dua hal tersebut, pembaca dituntut untuk berlatih dan menguasai puisi yang akan dibacakan secara matang agar ketika tampil tak akan gugup dan sikap yang ditunjukan dapat sempurna.

b. Gerak-gerik dan Mimik
Gerak gerik dan mimik adalah faktor yang penting dalam membaca puisi didepan orang banyak. Penggunaan gerak-gerik dalam pembacaan puisi dapat membangkitkan gairah pendengar untuk mendengarkan puisi yang anda bawakan. Selain itu penggunaan mimik yang tepat sesuai dengan tema puisi juga haruslah dilakukan dengan baik agar seolah-olah pembaca ikut mengalami dan merasakan apa yang terdapat di dalam puisi yang dibacakan. Oleh karena itu, pembaca dituntut untuk memahami materi puisi dan mendalaminya dengan sungguh-sungguh agar mimik yang didapatkan bisa sempurna.

c. Volume Suara
Volume suara yang digunakan sebaiknya menyesuaikan tempat dan jumlah perkiraan jumlah pendengar. Jika pembacaan puisi dilakukan di tempat yang terbuka maka sebaiknya volume suara lebih lantang dan jika pembacaan puisi di dalam ruangan volume suara harus menyesuaikan luas tempat agar pendengar dapat nyaman mendengarkan puisi yang anda bacakan. Untuk pementasan puisi saat ini sangat banyak menggunakan pengeras suara atau mic. Maka dari itu pembaca puisi juga harus menguasai teknik penggunaan mic agar suara yang dihasilkan tidak sumbang, tidak terlalu pelan ataupun tidak terlalu keras.

d. Kelancaran dan Kecepatan
Kelancaran dan kecepatan sangat mempengaruhi pendengar dalam menikmati puisi yang dibawakan. Kedua hal tersebut harus benar-benar dicermati agar pendengar dapat menikmati puisi yang dibacakan dengan baik serta pesan yang ada di dalam puisi juga dapat tersampaikan. Kelancaran membaca puisi erat kaitannya dengan latihan, karena hanya dengan latihan maka akan didapatkan kelancaran membaca yang baik. Selain itu kecepatan membaca juga harus diperhatikan, apabila kecepatan membaca puisi terlalu cepat maka pendengar akan sulit memahami isi puisi dan jika terlalu lambat juga akan membuat pendengar jenuh.


Agar dapat mengespresikan puisi yang dibacakan seharusnya sobat juga harus memahami isi puisi yang dibacakan. Untuk memahami isi puisi juga dibutuhkan kecermatan karena pada umumnya puisi banyak yang menggunakan bahasa kiasan dan bahasa simbolik. Oleh karena itu, untuk memahamai isi puisi tersebut sebaiknya sobat mengerti terlebih dahulu bahasa-bahasa kiasan dan simbolik yang terdapat di dalam puisi yang akan dibacakan. Nah untuk melatih teknik membaca puisi anda maka simak juga artikel Contoh Puisi Pendek yang Mudah di Pelajari

Artikel teknik dan cara membaca puisi yang baik dan benar ini diperlukan kemampuan khusus serta kepercayaan diri yang baik agar pembacaan dapat dilakukan dengan sempurna. Semoga artikel ini membantu sobat dan sampai jumpa pada pertemuan yang lebih menarik lagi tentunya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar